Home Crime Hoax! “[email protected]” Bukan Decryptor Key Ransomware WannaCRY

Hoax! “[email protected]” Bukan Decryptor Key Ransomware WannaCRY

0
SHARE

Sejak kemarin memang simpang siur mengenai kabar bahwa ransomware WannaCRY sudah ditemukan decryptornya yaitu [email protected] Bahkan sudah banyak media media yang memposting informasi salah ini.

Saat kalian mencari di twitter degan keyword tersebut akan banyak tweet yang menyebut bahwa [email protected] adalah decryptor key untuk WannaCRY. Kenyataannya, password tersebut adalah kunci untuk membuka file .zip nya, file file kalian tetap terenkripsi sampai kalian membayar sejumlah BTC untuk mendapatkan decryptornya.

Bahkan situs luar pun ada yang melakukan kesalahan dengan menyebarkan informasi salah mengenai hal ini.

Apakah bisa mendecrypt WannaCRY tanpa membayar ? Saat ini belum ditemukan solusinya. Sehingga yang dapat kita lakukan adalah mencegah sebelum terkena ransomware.

Saat ini cara recovery yang masih agak mungkin terjadi adalah dengan mencoba program sejenis undelete. Cara ini tidak selalu berhasil dan jika berhasil hanya sebagian saja yang bisa direcover.

Ketika ransomware mengenkrip file biasanya yang terjadi adalah: sistem operasi akan mengalokasikan di space baru untuk file terenkripsi, baru malware akan menghapus file setelah selesai.

Fenomena WannaCRY memang menyita perhatian karena korban ransomware ini menembus angka 70.000 hanya dalam beberapa jam. Penyebaran ransomware tercepat yang pernah ada.

Sayangnya, beberapa media malah terkesan seperti menakut nakuti. Bahkan ada saran untuk tidak memakai internet untuk hari ini. Sebenarnya asal kita paham bagaimana ransomware ini menyebar, kita tidak perlu terlalu cemas ikut jadi korban ransomware. Cukup update patch Windows, matikan service SMB jika tidak diperlukan, update antivirus, dan lakukan backup data secara berkala.

Ransomware sendiri bukan hal baru, sehingga tidak perlu terlalu heboh. Dan tentu ransomware WannaCRY ini mengingatkan kita tentang pentingnya melakukan pencegahan. Microsoft sudah melakukan patch terhadap SMB Exploit ini sejak bulan Maret, dan saat WannaCRY diluncurkan pertengahan April masih ada yang terinfeksi. Artinya, masih banyak perusahaan atau perorangan yang menyepelekan masalah security. (jack/lsc)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here