Seorang Remaja Retas Sistem Komputer Perusahaan Apple dan Berharap Ditawari Pekerjaan

436

Seorang Remaja Retas Sistem Komputer Perusahaan Apple dan Berharap Ditawari Pekerjaan. Seorang remaja asal Australia yang juga merupakan pengagum dari perusahaan raksasa Apple melakukan tindakan nekat dengan meretas  sistem komputer Apple sebanyak dua kali dengan harapan dia akan ditawari pekerjaan di perusahaan tersebut.

Remaja sekolahan yang saat ini berusia 17 tahun tersebut melakukan aksi kejahatannya saat dia masih berusia 13 tahun. Dilansir dari ABC News, anak tersebut bersama remaja lain dari Melbourne pertama kali meretas mainframe Apple pada Desember 2015 ketika dia baru berusia 13 tahun. Dia kembali meretas sistem Apple pada awal 2017 ketika dia berusia 15 tahun, dan berhasil mengunduh dokumen dan data internal. Remaja yang dibekali keahlian tingkat tinggi dalam teknologi informasi tersebut menciptakan kredensial palsu untuk masuk ke server Apple sehingga server mendeteksinya sebagai karyawan perusahaan. Ketika Apple menyadari kejanggalan ini mereka menghubungi FBI, yang merujuk masalah ini ke Polisi Federal Australia (AFP).

Baca juga:

Mark Twiggs, pengacara dari remaja tersebut mengatakan kepada Adelaide Youth Court bahwa anak tersebut berpikir perusahaan mungkin menawarkan pekerjaan kepadanya setelah ia melakukan aksinya tersebut. Dan dia juga tidak memikirkan bahwa tindakannya tersebut dapat menimbulkan masalah serius di kemudian hari. Maklum, saat melakukan aksi tersebut umurnya baru 13 tahun.

Pengadilan juga mendengar remaja tersebut termotivasi oleh keinginannya untuk mendapatkan pekerjaan dengan Apple. Pihak Apple sendiri juga sudah mengklarifikasi bahwa pihak mereka menderita kerugian atau kerusakan akibat dari peretasan yang dilakukan oleh remaja Australia tersebut. Beruntungnya, pengadilan maupun Apple tidak meminta ganti rugi atas pelanggaran yang dilakukan remaja tersebut.

Remaja tersebut telah mengaku bersalah atas tindakan yang telah dia lakukan. Pengadilan sendiri akhirnya memutuskan bahwa remaja tersebut diampuni karena dia berencana untuk mempelajari bidang keamanan siber dan kriminologi di universitas. Dengan demikian, masa depan si remaja tersebut bisa lebih baik. Pengadilan juga memberinya arahan agar bakatnya tersebut digunakan untuk hal yang positif dibandingkan untuk melakukan kejahatan. (yuyudhn/linuxsec)