Linus Torvalds Singkirkan Kata Master, Slave, dan Blacklist dari Kernel Linux

632

Linus Torvalds, pengembang utama kernel Linux, telah menyetujui terminologi baru untuk kode dan dokumentasinya dalam mempromosikan bahasa inklusif. Perubahan ini mengakibatkan penghilangan kata seperti blacklist, master, dan slave dalam kode kernel Linux.

Perubahan tersebut dilakukan atas rekomendasi pengembang kernel Dan Williams, dan hasilnya Linux tidak akan lagi mengunakan kata master, slave atau blacklist. Saat ini belum ada alternatif baku yang ditetapkan, namun ada banyak alternatif kata yang disarankan. Kata pengganti untuk master/slave adalah primary/secondary, controller/device, requester/responder, dan main/replica.

Baca Juga  GNOME 3.32 Dirilis dengan Banyak Perbaikan, Peningkatan Kinerja, dan Fitur Baru

Blacklist akan menjadi “denylists” atau “blocklists” dan whitelist akan menjadi “allowlists” atau “passlist“.

Banyaknya opsi atau alternatif kata mungkin akan membuat beberapa kasus membingungkan di masa depan karena tim Linux atau Torvalds belum merekomendasikan satu set atas yang lain. Namun, menciptakan bahasa yang lebih inklusif untuk penggunaan di komunitas adalah cara yang tepat.

Baca Juga  Exploit RCE pada Samba Mungkinkan Hacker Retas Sistem Linux dari Jarak Jauh

Perlu diketahui bahwa Linux bukan satu-satunya yang mengikuti kebijakan baru tersebut. Bulan lalu Github mengatakan akan melakukan hal yang sama.

Beberapa perusahaan besar dan bahasa pemrograman termasuk Twitter, Chrome, Android, Curl, Go, dan Microsoft juga telah mengadopsi terminologi alternatif dalam produk mereka.

Source: https://www.theregister.com/2020/07/13/linux_adopts_inclusive_language/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here