Telkom Indonesia Klaim Ads Injection yang Mereka Lakukan adalah Tindakan Legal

Telkom Indonesia Klaim Ads Injection yang Mereka Lakukan adalah Tindakan Legal. Sudah bukan rahasia lagi bahwa pihak Telkom “menyisipkan” iklan pada situs-situs yang dikunjungi oleh pelanggan layanan internet mereka, yakni pengguna Indihome. Dan jelas tindakan sepihak dari Telkom ini sangat merugikan bagi pemilik website maupun pengunjung website.

Sudah sering sebenarnya ada kompian dari pihak pemilik website, maupun dari pengguna layanan Indihome sendiri. Namun nampaknya memang belum ada respon positif dari pihak Telkom untuk mencabut iklan iklan tersebut.

Klaim Ads Injection adalah Tindakan Legal

Baru-baru ini ada kejadian “unik” dimana mereka mengklaim bahwa iklan-iklan yang diinject pada situs situs (terutama situs yang belum menggunakan SSL) adalah legal. Berawal dari komplain di Twitter dari pengguna dengan username @antoitb pda 28 Desember 2018 yang menanyakan apakah legal tindakan ads injection yang dilakukan oleh Telkom, customer care Telkom dengan nama Martin menjawab bahwa iklan iklan tersebut adalah legal karena bertujuan untuk menginformasikan fitur-fitur yg tersedia kepada konsumen yang menggunakan jaringan Indihome. Thread tersebut pun sampai sekarang masih ramai karena pengguna lain yang memiliki keluhan yang sama ikut membalas, sementara pihak Telkom seperti tidak peduli lagi dengan keluhan tersebut.

Klaim tersebut tentu dipertanyakan karena memang belum ada ijin dari pemilik situs yang diinject ads oleh Telkom melalui jaringan Indihome. Karena bagi pemilik website, iklan iklan tersebut tentu menambah loading time website sehingga berpotensi membuat pengunjung kabur karena website menjadi lemot. Bagi pengunjung sendiri, iklan tersebut tentu sangat menganggu karena ads yang digunakan oleh Telkom merupakan jenis iklan floating.

Baca juga:

Komplain tersebut sebenarnya masih terus berlanjut, karena memang belum ada jawaban yang memuaskan dari pihak Telkom Indonesia melalui akun @TelkomCare. CS yang menanggapi masalah tersebut seperti tidak paham dengan apa yang sedang dipermasalahkan sehingga pertanyaan menjadi hanya berputar-putar tanpa ada jawaban yang “nyambung” dengan komplain dari @antoitb.

Kasus ads injection seperti ini terjadi sebenarnya hampir di semua provider internet di Indonesia. Namun memang milik Indihome ini yang paling parah. Bahkan tahun lalu mereka terang-terangan memasang anti adblock pada halaman login wifi.id, memaksa pengguna untuk mematikan adblock sebelum memasukkan username dan password wifi.id.

Untuk saat ini karena belum ada tindakan dari Telkom untuk menghentikan tindakan ads injection mereka, solusi yang bisa dipakai oleh pemilik website adalah dengan memasang SSL. Jika terkendala biaya mahal, bisa gunakan SSL Let’s Encrypt yang juga support untuk device device lawas. Hal ini bisa mencegah pihak Telkom “numpang ngiklan” di website kita. Sementara untuk pelanggan Indihome, jika tidak ingin terganggu oleh ads floating milik Telkom saat mengunjungi website yang belum ber-ssl, bisa gunakan DNSCrypt atau VPN. (yuyudhn/linuxsec)

1 KOMENTAR

  1. Jelas ilegal lah, inject ads menggunakan teknik Man In The Middle itu melanggar kode etik dan termasuk Black Hat method. parah telkom..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here